<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1695812568752845388</id><updated>2011-07-28T22:06:25.950+07:00</updated><title type='text'>Etika | Filsafat | Logika</title><subtitle type='html'>Melihat Segala Sesuatu Secara Mendalam dan Dari Sudut Pandang Berbeda</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://etikafilsafatlogika.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1695812568752845388/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://etikafilsafatlogika.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>[taufanyaki]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07753097507623276364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OWOndNM4TU0/SgXEVrlS_rI/AAAAAAAAAAk/JTRSzTlE4V4/S220/16-03-08_1527.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1695812568752845388.post-5375630525924669490</id><published>2010-09-25T15:35:00.001+07:00</published><updated>2010-09-25T15:35:32.639+07:00</updated><title type='text'>Perbedaan Harus Ditunjukan!</title><content type='html'>Indonesia mempunyai sebuah slogan yang sangat baik mengenai perbedaan, yaitu walau berbeda-beda tetapi tetap satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diterapkan dengan baik dan benar maka seharusnya kejadian yang membawa isu perbedaan tidak terjadi di negara kita tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya kita, anak Indonesia sering kali dihadapkan pada situasi pendidikan yang terlalu baku, hingga secara logika sangat sulit untuk di bantah ataupun dirubah. Walaupun mungkin sebenarnya sedikit banyak mengandung kesalahan ataupun secara tidak sadar membawa dampak buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya bahas adalah mengenai memaknai perbedaan. Kita pada masa SD sering kali di ajarkan mengenai perbedaan, mengenai indahnya perbedaan dan menerima perbedaan. Tetapi sadar atau tidak kita mendapat penerapannya dengan cara yang berbeda dengan apa yang diajarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, dahulu diwajibkan untuk bersikap menghargai perbedaan dengan menyamakan perbedaan yang ada. Sering kali kita disuruh untuk menyembunyikan perbedaan yang kita miliki, hingga saat ini pun saya rasa hal ini masih dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya yang saat ini terjadi adalah dengan tidak bolehnya membawa handphone misalnya ke sekolah, dengan alasan agar tidak terjadi kecemburuan sosial antara teman-teman. Mungkin maksudnya baik, tetapi ternyata secara tidak langsung ini membuat banyak anak akan lebih frontal menunjukan perbedaannya di luar lingkungan sekolah. Padahal di saat sekarang ini, di masa handphone bukan lagi barang mewah tetapi merupakan suatu kebutuhan komunikasi, handphone bukanlah lagi sebagai alat pembeda atau alat ukur status sosial. Saya sendiri pernah melihat seorang pengemis yang sedang istirahat sejenak dari "pekerjaanya" sambil bertelepon ria dengan seseorang di handphonenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan secara logika harusnya bisa menjadi bahan pembelajaran. Kenapa? Karena perbedaan adalah suatu hal yang bisa mengidentifikasi suatu hal sehingga bisa di bedakan antara satu dan lainnya. Jadi jelas perbedaan adalah alat pembeda bukan malah dijadikan satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan harusnya di hadirkan tetapi diberikan pengertian dan pembelajaran bahwa perbedaan itu bukanlah hal yang harus diperdebatkan, kita harus bisa melihat perbedaan itu sebagai alat untuk memahami satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena memang secara logika yang namanya beda tidak dapat menjadi satu. "Satu" terjadi karena memiliki suatu hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pada masa sekolah diajarkan untuk menyamakan perbedaan itu, jelas ini adalah didikan yang salah. Bayangkan jika perbedaan tetap dibiarkan tetapi dengan pembekalan pembelajaran. Yang terjadi adalah rasa menghargai perbedaan itu. Sedangkan yang terjadi saat ini, kita semua "diwajibkan" untuk menyamakan diri dengan orang lain. Ketika kita melihat orang yang "tidak sama" dengan kita, maka kita akan menghujatnya bahkan menilainya dengan negatif. Yang lebih ekstrim adalah kita berusaha dengan segala cara untuk sama dengan orang lain tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya kita menumbuhkan sikap menerima dan menghargai perbedaan. Dengan begini saya percaya orang akan menilai kita dari apa yang kita perbuat (sikap perilaku) daripada apa yang kita kenakan. Jika ini diterapkan, maka saya percaya akan tumbuh sikap-sikap menghargai perbedaan yang imbasnya adalah persatuan. Bukan di jadikan sama atau dijadikan satu. Karena persatuan itu adalah kumpulan dari "satu-satu" tanpa menghilangkan ciri khas dari masing-masing "satu" tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap ini saya yakin akan memberikan pendidikan yang lebih baik daripada saat ini, menerima perbedaan akan membuat orang menghargai orang lain tanpa melihat status.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya adalah jika kita menghargai perbedaan, kita tentu akan berusaha bersikap bagaimana menghargai perbedaan-perbedaan yang ada. Dengan begitu kita tidak memaksakan diri untuk sama dengan orang lain, salah satunya kita tidak memaksakan untuk punya barang sama kerennya dengan teman kita. Atau sebaliknya, kita yang lebih punya akan berusaha menjaga bagaimana caranya agar teman yang tidak punya barang keren seperti kita, bisa menjadi nyaman dengan apa yang dia punya. Dengan begitu sifat saling mengisi dan menghargai akan timbul secara otomatis tanpa paksaan atau kewajiban yang dibuat oleh pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jelas perbedaan itu harusnya bukan di hilangkan secara semu dengan menjadikannya sama, menjadikannya satu atau menyeragamkannya tetapi dengan BERSATU!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Posted using BlogPress from my iPad&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1695812568752845388-5375630525924669490?l=etikafilsafatlogika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://etikafilsafatlogika.blogspot.com/feeds/5375630525924669490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1695812568752845388&amp;postID=5375630525924669490&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1695812568752845388/posts/default/5375630525924669490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1695812568752845388/posts/default/5375630525924669490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://etikafilsafatlogika.blogspot.com/2010/09/perbedaan-harus-ditunjukan.html' title='Perbedaan Harus Ditunjukan!'/><author><name>[taufanyaki]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07753097507623276364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OWOndNM4TU0/SgXEVrlS_rI/AAAAAAAAAAk/JTRSzTlE4V4/S220/16-03-08_1527.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1695812568752845388.post-8537553995601208000</id><published>2010-03-08T00:25:00.000+07:00</published><updated>2010-03-14T18:28:41.193+07:00</updated><title type='text'>Benarkan manusia terbuat dari tanah?</title><content type='html'>Dari tanah kembali ke tanah. Itulah kalimat yang biasanya kita dengar untuk menggambarkan kematian seorang manusia. Manusia selalu dikatakan terbuat dari tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkan demikian? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh manusia sejatinya memiliki kandungan cairan yang sangat mendominasi tubuhnya. Sekitar 80% tubuh manusia terdiri dari cairan, mulai dari darah, pelapis atau pelindung antar anggota tubuh, enzim-enzim yang dihasilkan, hingga proses-proses akhir seperti hasil pembakaran energi berupa keringat atau urine yang merupakan hasil dari pembersihan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu dominan dan pentingnya cairan dari tubuh manusia, sampai-sampai manusia bisa bertahan lebih lama hidup hanya dengan air jika dibandingkan bertahan hidup hanya dengan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia bisa bertahan lebih dari 3 hari jika hidup hanya dengan meminum air, tetapi manusia tidak bisa hidup lebih dari 3 hari jika hanya dengan makanan. Organ tubuh terpenting kita yaitu otak, yang mengendalikan segala fungsi tubuh, sangat memerlukan air, jika kekurangan maka dia akan mengambil pasokan air dari bagian tubuh lainnya. Dari sini kemudian akan terjadi yang biasanya disebut dehidrasi, yang jika dibiarkan akan dapat mengakibatkan kelumpuhan bahkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh manusia pun akan panas jika kekurangan pasokan air, ini sama seperti mesin yang kekurangan oli. Tidak dapat bekerja maksimal karena tidak adanya pelumas untuk menjalankan fungsi-fungsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika meninggal, tubuh manusia sebagiannya akan terurai oleh bakteri dan bagian lainnya akan menjadi mineral yang bisa larut atau menyatu kedalam tanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat fakta-fakta diatas, maka perkataan yang pernah dikatakan oleh Thales (salah satu tokoh filsafat dari abad ke 6 SM) yaitu "semua berasal dari air dan semua kembali menjadi air" bisa menunjukan suatu kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mungkin kata tanah yang kita jumpai pada kitab suci hanya berupa penggambaran yang ternyata esensinya adalah bukan tanah seperti yang kita ketahui? Didalam kitab suci juga dijelaskan bahwa manusia tercipta dari Air mani (sperma) yang kemudian bertemu dengan sel telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kemudian dimana letak "tanah" tersebut? Apakah mungkin para tokoh agama yang mengajarkan bahwa manusia terbuat dari tanah telah melakukan kesalahan mendasar dalam mengerti sebuah penciptaan manusia? Bahwa sesungguhnya manusia yang tercipta dari tanah itu hanya berlaku bagi penciptaan umat manusia pada awalnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam dan hawa yang kita ketahui sebagai manusia pertama yang diciptakan. Pada saat penciptaan mereka, jelas sekali bahwa tidak ada pertemuan antara sel sperma dan sel telur, maka untuk mewujudkan dan menciptakan manusia pertama kali dibuatlah dari tanah yang kemudian ditiupkan ruh. Yang baru setelah adam dan hawa diturunkan ke bumi mereka kemudian mempunyai keturunan melalui proses pertemuan sprema dan sel telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benar bahwa kalimat "manusia tercipta dari tanah" itu hanyalah gambaran untuk menceritakan penciptaan manusia pada pertama kali (adam dan hawa) maka tokoh-tokoh agama kita yang selama ini menceritakan bahwa manusia tercipta dari tanah yang berlaku untuk semua manusia harus di hentikan. Bahwa mereka telah melakukan kesalahan besar yang mendasar dalam mengartikan dan mencermati apa yang disampaikan oleh kitab suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari fakta-fakta diatas, masihkah kita menyebut diri kita, manusia, tercipta dari tanah?!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Posted using BlogPress from my iPhone 3GS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1695812568752845388-8537553995601208000?l=etikafilsafatlogika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://etikafilsafatlogika.blogspot.com/feeds/8537553995601208000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1695812568752845388&amp;postID=8537553995601208000&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1695812568752845388/posts/default/8537553995601208000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1695812568752845388/posts/default/8537553995601208000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://etikafilsafatlogika.blogspot.com/2010/03/benarkan-manusia-terbuat-dari-tanah.html' title='Benarkan manusia terbuat dari tanah?'/><author><name>[taufanyaki]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07753097507623276364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OWOndNM4TU0/SgXEVrlS_rI/AAAAAAAAAAk/JTRSzTlE4V4/S220/16-03-08_1527.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1695812568752845388.post-1166218041154285367</id><published>2009-10-05T17:43:00.000+07:00</published><updated>2009-10-05T17:43:15.203+07:00</updated><title type='text'>Batik Hasil Intelegensi Alami</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 2 Oktober 2009 kemarin, Batik dikukuhkan sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Suatu kebanggaan bagi kita tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Batik mempunyai ciri khas tersendiri, salah satunya ialah designnya yang sangat original dan bisa berisi sebuah ajaran, paham atau falsafah tersendiri. Batik yang di buat menggunakan tangan memerlukan sebuah keahlian dan sebuah KEPINTARAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Betul, diperlukan kepintaran yang sangat luar biasa. Pembuat batik bukan merupakan hanyalah seorang pembuat motif yang terlatih tetapi juga memiliki tingkat intelegensi yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa hal ini bisa terjadi? Batik dalam proses pembuatannya memerlukan sebuah paduan motif dan pola yang sangat besar dan terperinci, semuanya dikerjakan oleh tangan-tangan manusia yang terampil dan terlatih. Jika kita perhatikan, maka akan kita temui di semua motif batik yang saya namakan "HASIL INTELEGENSI ALAMI". "HASIL INTELEGENSI ALAMI" ini berupa pola dan motif yang simetris satu sama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita mengenal profesi arsitek, maka pembuat batik kurang lebih sama dengan para arsitek ini. Arsitek dituntut untuk mampu menggambar bentuk dalam pola yang simetris, contoh kecil ialah seorang arsitek harus mampu membuat sebuah lingkaran utuh penuh dengan sempurna tanpa menggunakan alat bantu. Begitu pula dengan seorang pembatik, ia harus mampu membuat sebuah pola yang simetris dan tanpa bantuan alat apapun kecuali canting untuk menggambarkan pola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini menandakan bahwa seorang pembuat batik, bukanlah sebuah profesi main-main yang semua orang bisa, diperlukan kemampuan intelegensi yang tinggi untuk membuat sebuah motif batik yang baik. Artinya orang-orang Indonesia khususnya para pembuat batik, memang mempunyai sebuah kemampuan intelegensi alami yang terpendam, yang jarang sekali orang memperhatikan bahkan mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi yang membuat kita tidak bangga menggunakan batik?!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1695812568752845388-1166218041154285367?l=etikafilsafatlogika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://etikafilsafatlogika.blogspot.com/feeds/1166218041154285367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1695812568752845388&amp;postID=1166218041154285367&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1695812568752845388/posts/default/1166218041154285367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1695812568752845388/posts/default/1166218041154285367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://etikafilsafatlogika.blogspot.com/2009/10/batik-hasil-intelegensi-alami.html' title='Batik Hasil Intelegensi Alami'/><author><name>[taufanyaki]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07753097507623276364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OWOndNM4TU0/SgXEVrlS_rI/AAAAAAAAAAk/JTRSzTlE4V4/S220/16-03-08_1527.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1695812568752845388.post-7633514331742870346</id><published>2009-09-21T00:47:00.001+07:00</published><updated>2009-09-21T00:48:17.679+07:00</updated><title type='text'>Apa Salahnya Pernikahan Beda Agama?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernikahan beda agama masih dianggap sebagai hal yang sangat dilarang, banyak sekali pertentangan yang terjadi di dalam sebuah keluarga jika ada keluarganya yang ingin menikah tetapi dengan pasangan yang berbeda agamanya. Parahnya, terkadang banyak yang memutuskan menikah dengan beda agama langsung serta merta dihujat dan tidak di anggap keluarga. Apa sih yang salah dengan pernikahan beda agama?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agama itu sendiri menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan. Artinya bahwa agama adalah bisa dibilang adalah alat untuk bersyukur dan menyembah kepada Sang Pencipta manusia yaitu TUHAN. Di samping itu adalah bahwa manusia meyakini adalah kekuatan yang lebih besar dalam mengendalikan dan menciptakan bumi dan segala isinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi apapun agamanya sebenarnya punya kesamaan, yaitu menyembah kepada TUHAN YANG MAHA ESA.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kira-kira bila di umpamakan, jika kita punya satu tempat tujuan misalnya Jakarta, maka masing-masing dari kita akan MEMILIH jalan mana yang menurut kita aman, nyaman, dan kita YAKINI bisa membawa kita ke tempat yang kita tuju. Tetapi tetap, tujuannya sama yaitu Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian manusia. Manusia di ciptakan oleh YANG MAHA KUASA selalu berpasang-pasangan, artinya bahwa setiap orang dari kita sudah punya jodohnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu apakah manusia di ciptakan sudah mempunyai agama? tentu tidak, karena sekali lagi agama adalah sebuah kepercayaan manusia kepada TUHAN, tepatnya sistem kepercayaan. Karena didalamnya terdapat doktrin-doktrin serta peraturan-peraturan yang mengikat setiap anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agama dipilih oleh manusia itu sendiri-sendiri, mana yang menurut dia benar, maka dia akan menjalankan dan meyakini hal itu. Bagaimana dengan yang baru lahir? mereka biasanya tentu mengikuti agama orangtuanya, tetapi jika anak itu merasa tidak nyaman dan tidak sejalan, maka bisa saja dia berpindah. Atau jika anak itu merasa nyaman dan memang meyakini apa yang orangtuanya anut, maka ia akan meneruskan. Intinya ini bergantung kepada orangnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana jika jodoh yang kita temukan ternyata berbeda agama? haruskah kita meninggalkannya? karena bagaimanapun tidak ada yang mau bercerai dan ingin pernikahan terjadi sekali seumur hidup. Kalau orang itu meninggalkan orang yang ternyata JODOHNYA, kemudian mencari yang lain hanya karena ingin sama agamanya, dan tidak bahagia di pernikahannya, apakah ini yang di cari?! jika begini dimana hakikat pernikahan yang seharusnya bisa menjadi tempat bernaung dua insan manusia yang ingin hidup berbahagia dengan orang yang ia cintai?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seharusnya pernikahan beda agama itu tidak menjadi sebuah masalah, pada kenyataanya banyak yang menikah beda agama dan bercerai bukan karena masalah perbedaan agama tadi. Tandanya ini tidak menjadi sebuah masalah. Pada hakikatnya yang mereka cari adalah sebuah kebahagiaan hidup berdampingan dengan orang yang ia cintai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agama adalah "media" manusia untuk menyembah dan bersyukur kepada penciptanya. TUHAN itu SATU. Lalu mengapa kita harus mempertentangkan agama dalam sebuah pernikahan?! karena semua agama sama, mengajarkan kebaikan dan MENGAKUI bahwa TUHAN itu SATU.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1695812568752845388-7633514331742870346?l=etikafilsafatlogika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://etikafilsafatlogika.blogspot.com/feeds/7633514331742870346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1695812568752845388&amp;postID=7633514331742870346&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1695812568752845388/posts/default/7633514331742870346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1695812568752845388/posts/default/7633514331742870346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://etikafilsafatlogika.blogspot.com/2009/09/apa-salahnya-pernikahan-beda-agama.html' title='Apa Salahnya Pernikahan Beda Agama?'/><author><name>[taufanyaki]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07753097507623276364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OWOndNM4TU0/SgXEVrlS_rI/AAAAAAAAAAk/JTRSzTlE4V4/S220/16-03-08_1527.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1695812568752845388.post-4544650025361485593</id><published>2009-09-18T15:16:00.001+07:00</published><updated>2009-09-19T17:00:22.786+07:00</updated><title type='text'>Penyesalan Datang Terlambat Itu Tidak Ada</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Penyesalan selalu datang terlambat", kalimat itu tentunya sering kita dengar atau bahkan sering kita ucapkan kepada orang lain, kalimat ini terlontar ketika melihat orang yang baru sadar akan kesalahannya. Tapi saya pribadi menyarankan mulai saat ini untuk men-STOP penggunaan istilah "penyesalan datang terlambat".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyesalan biasanya terjadi ketika seseorang berada pada posisi sadar akan kesalahan yg dia ambil, kesalahan ini baru diketahui ketika orang tersebut merasa mentok atau buntu akan suatu masalah, merasa tidak ada penyelesaiannya, akhirnya memutuskan bahwa jalan yg dia ambil itu salah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia pada hakikatnya di beri pilihan untuk dia pilih dalam berbagai kesempatan dan kejadian dalam hidupnya, setiap pilihan akan mempunyai resiko dan hasilnya masing-masing, hal ini tentunya juga akan bergantung bagaimana ia menjalani pilihannya itu. Artinya setiap pilihan sebenarnya adalah sama, tinggal bagaimana kita menjalani pilihan kita itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika orang merasa "menyesal" akan pilihannya atau ketika mereka merasa salah mengambil pilihan, disinilah kemudian EFEK NEGATIF timbul dari rasa "penyesalan datang terlambat itu". Biasanya orang akan frustasi, bingung harus bagaimana, merasa buntu, dan masih banyak lagi perasaan yg menurut saya akan membuat orang itu menjadi TIDAK BISA BERPIKIR POSITIF.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ujung dari rasa penyesalan ini biasanya orang akan berpikir untuk memulai dari awal dengan "pilihan" dan "jalan" yang dianggap oleh orang banyak itu "benar", padahal belum tentu ini cocok dengan kita atau bahkan ini bisa membuang hal-hal yang berharga ketika kita "mengambil jalan yg salah" tadi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh misalnya, ketika saya menjadi seorang perampok, saya tiba-tiba "menyesal" mengambil jalan ini, kemudian saya mulai bertobat dan memulai hidup baru, ditempat baru bahkan, berharap tidak ada yang mengenali saya bahwa saya ini mantan perampok. ketika kehidupan "baru" yg kita ambil ini dianggap tidak berhasil oleh diri kita sendiri, maka besar kemungkinan kita akan kembali lagi menjadi perampok.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disinilah yang saya katakan EFEK BURUK rasa "penyesalan datang terlambat", seharusnya tidak perlu ada rasa ini, ketika kita tahu bahwa KITA SALAH, maka kita TIDAK PERLU MENYESAL. BERBANGGALAH karena anda telah berani memilih. Kepasrahan yang terjadi ketika kalimat "penyesalan selalu datang terlambat" terngiang di otak kita membuat kita akan menjadi sosok yang SANGAT BURUK, tidak bisa berpikir dalam beberapa waktu. Hal ini tentunya akan semakin membuat kita tenggelam dalam rasa bersalah yang berlarut-larut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contohnya begini, seperti perampok tadi, kalau kita sudah tahu kalau pilihan kita ini salah (sebagai perampok), tidak perlu menyesal. Gunakan "keahlian" anda itu untuk membantu polisi, datang kekantor polisi dan mengaku sebagai perampok, setelah itu bantu polisi untuk membongkar sindikat atau jaringan perampok yang anda ketahui. Kalau anda menyesal dalam posisi sebagai perampok, maka anda akan melupakan begitu saja tanpa membawa manfaat sedikitpun dari jalan yang anda ambil itu. Kita tidak pernah tahu berapa banyak orang yang terbantu jika kita misalnya dalam posisi perampok tadi, memberitahu jaringan atau sindikat perampokan yg kemudian ditangkap polisi. Atau cara lain anda bisa memberikan cara-cara pencegahan dari perampokan dari pengalaman yang anda dapatkan sebagai perampok, cara lain misalnya memberi tahu kelemahan-kelemahan yang membuat orang mudah menjadi korban perampokan. Disini anda akan menjadi BERMANFAAT sebagai PERAMPOK.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artinya bahwa jalan hidup itu di hadapkan pada banyak pilihan, jalan mana yang anda yakini anda pilih dengan benar, maka jalankan dengan penuh tanggungjawab dan sebaik-baiknya. semua pilihan punya resiko, tetapi tentu hasil akhirnya akan berbeda seiiring dengan bagaimana anda menjalani pilihan anda itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istilah nasi telah menjadi bubur bisa menggambarkan hal ini, tinggal bagaimana bubur tersebut bisa tetap enak untuk kita konsumsi, ditambah kecap misalnya, dikasi ayam dan bumbu agar menjadi bubur ayam dan bisa tetap kita konsumsi, kalau tidak suka bisa anda berikan kepada orang lain sehingga menghasilkan manfaat, jangan dibuang begitu saja yg akhirnya tidak membawa efek apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ingat, bahwa mengetahui anda salah atas pilihan anda dengan menyesal atas pilihan anda adalah DUA HAL YANG JAUH BERBEDA!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1695812568752845388-4544650025361485593?l=etikafilsafatlogika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://etikafilsafatlogika.blogspot.com/feeds/4544650025361485593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1695812568752845388&amp;postID=4544650025361485593&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1695812568752845388/posts/default/4544650025361485593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1695812568752845388/posts/default/4544650025361485593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://etikafilsafatlogika.blogspot.com/2009/09/penyesalan-datang-terlambat-itu-tidak.html' title='Penyesalan Datang Terlambat Itu Tidak Ada'/><author><name>[taufanyaki]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07753097507623276364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OWOndNM4TU0/SgXEVrlS_rI/AAAAAAAAAAk/JTRSzTlE4V4/S220/16-03-08_1527.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1695812568752845388.post-1979406005475649622</id><published>2009-09-12T00:04:00.004+07:00</published><updated>2009-09-12T00:24:48.294+07:00</updated><title type='text'>Judi Tidak Haram?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat kita mengenal judi sebagai sesuatu yang haram, tapi dibeberapa negara, judi ini dijadikan sebuah komoditas pendapatan daerah atau bahkan negara. Lebih dari itu, tempat judi selalu di datangi banyak wisatawan karena penasaran dan merasa tertantang yang menandakan tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak didatangi orang ketila suatu negara ada tempat khusus untuk berjudi. Bahkan negara dengan syariat islam seperti Malaysia pun menyediakan tempat judi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan kemudian timbul mengapa judi diharamkan, sebagian besar pendapat mengatakan judi diharamkan karena judi bisa menyebabkan ketagihan, kemudian menjadi penyebab kesengsaraan karena ketika orang kalah akan mulai mempertaruhkan semuanya untuk mengembalikan kekalahannya, bahkan hingga berhutang kesana kemari, kemudian dianggap mempertaruhkan nasib dengan tidak jelas maksudnya orang hanya bergantung kepada keberuntungan saja, berbeda jika orang berusaha bekerja mencari nafkah, dan masih banyak lagi pendapat-pendapat lain yang menjadi landasan mengapa judi diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi, jika kondisinya berbeda dengan yang di sebutkan pada alasan-alasan diatas, apakah judi masih di katakan sebagai sesuatu yang haram?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begini, judi dikatakan bertaruh nasib, untuk sebagian orang yang kurang akal untuk berjudi tanpa tahu main memang benar ini bertaruh. Tapi bagaimana jika ia tahu bagaimana cara bermain, kapan harus maju untuk bertaruh besar, kapan harus mundur merelakan taruhannya. Masih disebut bertaruh nasib dan diharamkan? jika ya maka apa bedanya judi dengan bermain saham, para analis menganalisa saham-saham mana yang akan naik dan saham mana yang bisa dilepas untuk mengambil keuntungan, walaupun masih bergantung kepada pasar tetapi ia masih bisa memprediksi setidaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian judi dikatakan akan membawa sengsara karena bisa menghabiskan harta. Bagaimana jika kondisinya seseorang berpenghasilan sebulan 50 juta, kebutuhan hidup perbulan 10 juta, investasi 10 juta, menabung 5 juta, amal 5 juta, pendidikan dan dana tak terduga 10 juta, serta dana bersenang-senang 5 juta. Semua sudah tercover dengan baik, tanpa ada celah untuk dia kekurangan di satu pos keuangan. Dari total semua, dia menyisikan 5 juta untuk bermain judi, tidak kurang tidak lebih. Dana ini sepenuhnya dia gunakan untuk judi tanpa mengganggu dana lain jika kalah dan jika menang maka dia akan memasukan ke pos khusus untuk berjudi, jadi dia tidak mengurangi jatah yang lain. Tidak ada yang sengsara, tidak ada yang kekurangan uang, tidak ada yang perlu berhutang kesana kemari karena kalah judi, apakah judi masih disebut haram?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judi identik dengan permainan kartu, walaupun masih banyak permainan lain. saya ambil contoh adalah permainan poker, permainan kartu poker akan dikatakan haram jika melibatkan pertaruhan uang. Tapi bagaimana kita bisa menilai kemenangan seseorang jika tidak melibatkan uang? karena uang disini dijadikan tolok ukur untuk sebuah kemenangan dalam poker, semakin besar anda mendapatkan uang maka anda akan dikatakan sebagai pemenang, hal ini sama dengan permainan lainnya yang menggunakan media lain seperti angka atau point untuk menentukan pemenangnya. Masih kah kemudian di sebut haram karena melibatkan uang?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika semua kondisinya seperti diatas artinya tidak ada yang dirugikan dan merugikan, apakah berjudi masih disebut haram?!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1695812568752845388-1979406005475649622?l=etikafilsafatlogika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://etikafilsafatlogika.blogspot.com/feeds/1979406005475649622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1695812568752845388&amp;postID=1979406005475649622&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1695812568752845388/posts/default/1979406005475649622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1695812568752845388/posts/default/1979406005475649622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://etikafilsafatlogika.blogspot.com/2009/09/judi-tidak-haram.html' title='Judi Tidak Haram?'/><author><name>[taufanyaki]</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07753097507623276364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OWOndNM4TU0/SgXEVrlS_rI/AAAAAAAAAAk/JTRSzTlE4V4/S220/16-03-08_1527.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
